Sebagai klub yang tergolong mapan dan mandiri, bahkan termasuk salah satu klub yang dinilai PSSI sebagai tim paling profesional, Semen Padang tidak merasa perlu melakukan merger dengan klub-klub lain. Karena salah satu alasan melakukan penggabungan itu adalah karena faktor finansial. Sementara Semen Padang tak ada masalah untuk hal ini.
Erizal juga menambahkan, sebelum ini pihak manajemen Minangkabau FC juga tidak pernah mengontak manajemen Semen Padang, untuk membicarakan kemungkinan merger. "Tidak pernah. Soal merger itu tidak mungkin kita lakukan, mereka pasti memahami Semen Padang sudah punya sikap sendiri soal isu merger tersebut," kata Erizal.
"Tapi kalau merger dengan klub lain di luar Sumbar, hal itu masih mungkin, misalnya dengan Persik Kediri. Kita memang tengah menjajaki salah atau beberapa klub di luar Sumbar," lanjut Lamdelif.
Dari pembicaraan Lamdelif itu, sepertinya tersirat ada rencana MFC bakal dimergerkan dengan salah satu klub yang da di Pulau Jawa, agar bisa tetap bermain di liga kasta tertinggi. Namun Lamdelif belum mau membuka kartu hal tersebut. "Pokoknya ada, tapi tunggu dulu-lah kita tengah menjajaki. Tapi yang jelas manajemen MFC tetap akan dibawa kalau pun terjadi merger," ucapnya. (gk-33)


