Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Meski melansir sinyalemen untuk bermain defensif dan mengandalkan serangan balik, Indonesia berani menekan pertahanan Yordania dan melancarkan serangan melalui kedua sayap.
Tidak banyak perubahan yang dilakukan pelatih Wim Rijsbergen dalam pertandingan ini. Bedanya, Cristian Gonzales ditempatkan sebagai penyerang tunggal dalam formasi 4-2-3-1 dan kapten Bambang Pamungkas dimainkan sedikit ke belakang.
Setelah ancaman Gonzales melalui dua tembakan jarak jauh di awal pertandingan, Indonesia menemukan cara membongkar pertahanan Yordania. Beberapa kali bola diberikan ke sayap kiri karena di sektor ini bek kanan Bashar Bani Yassen tidak bisa mewaspadai akselarasi Muhammad Ridwan.
Pada menit ke-18, Ridwan terlepas menerima umpan terobosan Gonzales. Sayangnya, eksekusi pemain Sriwijaya FC ini tidak berhasil menemui sasaran.
Yordania membalas dua menit berselang ketika Amer Dhib melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Ferry Rotinsulu mampu menghalau meski bola liar menghadirkan kemelut. Situasi ini memaksa Ferry menerima perawatan beberapa saat dari tim medis.
Memasuki setengah jam pertandingan, Ferry tidak mampu melanjutkan pertandingan karena cedera lutut kanan. Posisi penjaga gawang utama pun kembali dipercayakan kepada Markus Haris Maulana.
Indonesia masih melancarkan serangan lewat sayap kiri hingga babak pertama berakhir. Bambang sempat memperoleh umpan dari Ridwan, tetapi terlalu lama memutuskan sehingga bola dapat dihalau barisan belakang tuan rumah.
Peluang terakhir Indonesia tercipta dua menit sebelum turun minum ketika umpan silang dari kanan Muhammad Ilham disambut tendangan voli Ridwan. Bola mengarah tepat ke arah kiper Amer Shafi sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Yordania langsung berinisiatif melakukan serangan ketika babak kedua dimulai. Hasilnya, empat menit pertandingan dimulai kembali, tuan rumah berhasil unggul. Tendangan penjuru Abdullah Dhib menuju tiang jauh tanpa dapat dijangkau Markus. Bola menghantam tiang dan memantul mengenai Benny Wahyudi sehingga bersarang di dalam gawang Indonesia.
Rijsbergen mencoba melakukan penyegaran dengan dua pergantian sekaligus di sektor sayap pada menit ke-65. Ilham dan Ridwan keluar untuk memberi tempat kepada Irfan Bachdim dan Oktovianus Maniani.
Gebrakan melalui dua pemain sayap ini langsung terasa, terbukti dengan sejumlah pelanggaran yang harus dilakukan pemain Yordania untuk menghentikan laju Irfan maupun Okto. Sayangnya, tidak ada pengaturan bola mati yang mumpuni dari skuad Merah-Putih sehingga peluang tendangan bebas terbuang percuma.
Setelahnya, Rijsbergen memberikan kesempatan kepada Ferdinand Sinaga memulai debut penampilan untuk Indonesia sekaligus menggantikan Gonzales. Keluarnya Gonzales membuat Indonesia kehilangan penguasaan bola di lini depan sehingga praktis tak ada lagi ancaman berarti ke gawang Shafi hingga laga berakhir.
Memasuki tujuh menit terakhir pertandingan, Indonesia harus kehilangan Bambang yang terlihat mengalami cedera. Bambang tidak mampu melanjutkan pertandingan sehingga harus digantikan dengan Supardi, yang sedianya masuk menggantikan Benny.
Kedudukan 1-0 bertahan hingga peluit panjang wasit berbunyi. Kemenangan ini menjadi modal bagi Yordania guna menghadapi tuan rumah Irak pada kualifikasi Piala Dunia. Sementara, Indonesia akan menantang Iran di markas lawan dengan kondisi tanda tanya terhadap kondisi Ferry dan Bambang.
Susunan pemain Indonesia:
Ferry Rotinsulu / Markus Haris Maulana; Zulkifli Syukur, Hamka Hamzah, M Roby, Benny Wahyudi; Tony Sucipto / Eka Ramdani, Firman Utina; M Ilham / Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas / Supardi, M Ridwan / Oktovianus Maniani; Cristian Gonzales / Ferdinand Sinaga.
Semen Padang (soccerfocus.com/Hery Sudewo) Berkibarnya nama Semen Padang FC di pentas Superliga Indonesia 2010/11, benar-benar membawa angin segar bagi persepakbolaan di Sumatra Barat. Saat ini, PT. Semen Padang, sebagai “induk” dari Semen Padang FC, sedang merancang sebuah kompetisi lokal di Sumatra Barat, yang diberi nama Liga Semen Padang. Direktur utama PT. Semen Padang Munadi Arifin mengatakan, langkah menggelar kompetisi lokal antarklub di Sumbar ini ditujukan untuk menggali potensi pemain-pemain sepakbola yang ada di Sumbar yang selama ini mungkin belum maksimal tergarap, karena minimnya kompetisi. “Ketika bendera Semen Padang FC berkibar di kompetisi kasta tertinggi, maka sepakbola akar rumput di daerah tidak boleh kita lupakan. Karena ini juga menjadi kewajiban dan tanggung jawab PT Semen Padang untuk membangun sepakbola di daerah ini,” kata Munadi, yang baru satu bulan bertugas sebagai Dirut menggantikan Widodo Santoso. Menurut Munadi, Liga Semen Padang itu akan digelar pada 2012, dan bakal diikuti oleh klub-klub terbaik di daerah ini. “Saat ini kita tengah merancangnya. Formatnya, seluruh bonden-bonden yang ada di Sumbar terlebih menggelar kompetisi internal mereka, dan para juaranya menjadi wakil di Liga Semen Padang.”tambah Munadi dalam perbincangan dengan soccerfocus.com Indonesia, Kamis (14/7).
Selain itu, diharapkan pula setiap saat akan muncul pemain-pemain muda dan berbakat yang sebenarnya masih banyak yang terpendam di Sumatra Barat. “Kita ingin, suatu saat nanti, pemain-pemain lokal Sumbar akan lebih banyak mengisi skuad Semen Padang FC di Superliga,” tambah Munadi, yang didampingi direktur teknik PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Toto Sudibyo, yang kini naik pangkat menjadi direktur produksi PT. Semen Padang. Namun demikian, ditekankan oleh Munadi dalam Liga Semen Padang nantinya sportifitas dan fair play benar-benar harus ditegakkan. Tidak boleh ada tawuran antar pemain atau kericuhan penonton. “Jika itu terjadi, kita juga tak akan segan-segan menghentikan kompetisi,” katanya. (gk-33) sumber : http://soccerfact.com/2011/07/14/semen-padang-akan-gelar-liga-lokal/
Jika kompetisi ini terlaksana sesuai rencana, maka kompetisi sepakbola di berbagai daerah di Sumbar akan terus hidup dan semarak setiap tahunnya. “Mereka akan berlomba menuju final di Stadion Agus Salim,” imbuh Munadi.
Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengatakan pihaknya memang tengah menyusun rencana uji coba ke negara tetangga itu. "Minimal kita bisa beruji coba dua kali di Malaysia, kita tengah menjajaki Selangor FC dan satu tim Liga utama Malaysia lainnya," kata Nil dalam perbincangan dengan GOAL.com Indonesia di sela-sela latihan timnya di Stadion H. Agus Salim, Sabtu (20/8) sore.
Dipilihnya Selangor FC, karena salah satu pemain Semen Padang, Ellie Aiboy pernah bermain di sana dan sampai sekarang masih punya hubungan dan komunikasi yang baik dengan klub tersebut. "Itu sebabnya, kita meminta Ellie untuk melobi mereka agar bisa menerima kita uji tanding di sana," ujar Nil.
Menurut Nil, tujuan uji coba ke Malaysia, selain memberi suasana berbeda bagi pemain, juga mencari lawan yang sepadan, jelang kompetisi digelar yang rencananya bergulir 8 Oktober mendatang. "Bahkan kalau perlu kita dapat lawan yang lebih baik. Ini akan bagus bagi pemain," ujar pelatih 41 tahun itu.
Tapi, kalaupun rencana uji tanding ke Malaysia urung terlaksana, Semen Padang menyiapkan alternatif uji coba ke Jakarta, melawan tim-tim di sekitar ibukota, semisal Persija Jakarta atau Pelita Jaya. Tahun lalu, "kabau Sirah" melakukan uji coba pramusim dengan kedua tim tersebut.
Menurut rencana, tim Semen Padang masih akan melakukan latihan sampai tanggal 27 Agustus, sebelum memasuki masa libur lebaran. Hengki Ardiles dkk akan berkumpul dan memulai lagi latihan pada tanggal 5 September mendatang.
Dalam latihan Sabtu di Stadion H. Agus Salim, hampir semua pemain Semen Padang sudah bergabung, kecuali striker Edward Wilson Junior dan dua pemain baru yang sedang di Pelatnas, yaitu Ferdinand Sinaga dan Abdurrahman. Satu-satunya pemain baru yang sudah bergabung adalah Mustafa Aji.
Sedangkan tiga pemain asing lainnya, David Pagbe, Yu Hyun ko, dan Esteban Vizcarra sudah bergabung. Bahkan, Esteban dan Yu yang baru datang Jumat malam, sudah langsung terlihat berlatih dan ikut bermain satu babak dalam latihan game 2 x 35 menit itu.
Dalam latihan itu, Nil mengaku puas dengan permainan sejumlah pemain yang dipromosikan dari tim SP U-21, seperti Zico Aipa, Rudi Doang, dan Joshua Pahabol. "Mudah-mudahan mereka makin matang, sekarang yang terpenting mereka bisa bermain dengan rasa percaya diri yang tinggi. Selain itu mereka juga harus mampu bermain baik agar rekan-rekan satu timnya percaya pada mereka," kata Nil. (gk-33)
Ketika mayoritas tim lain masih dipusingkan soal dana dan tetek bengek lainnya, Semen Padang justru telah memulai pramusim mereka dengan nyaman dan tenang. Tidak hanya itu, dalam bursa transfer pun Semen Padang juga tergolong agresif dibanding tim-tim lain. Tanpa gembar-gembor berlebihan, manajemen "Kabau Sirah" tahu-tahu sudah mendapatkan tanda tangan pemain-pemain yang diinginkan untuk memperkuat skuad mereka.
Di bawah arahan pelatih Nil Maizar, Semen Padang sudah memulai latihan sejak Jumat lalu, yang diikuti oleh pemain-pemain lokal yang sudah resmi diperpanjang kontraknya. "Kita terus menjalani latihan sesuai program yang kita susun, sembari menunggu kedatangan pemain asing dan pemain yang ada di timnas," kata pelatih Nil Maizar, Kamis (11/8).
Dalam pekan ini, empat pemain asing yang dipertahankan akan segera bergabung dengan tim, setelah menghabiskan masa libur mereka di negara masing-masing. Dari jadwalnya, pemain asal kamerun, David Ngan Pagbe, adalah yang paling awal bergabung. Jumat (12/8), bek tengah legam itu diharapkan sudah ada di Padang dan mulai berlatih dengan rekan-rekannya
Sedangkan dua pemain asing lainnya, yakni gelandang militan Yu Hyun Koo dari Korea Selatan, bersama winger asal Argentina Esteban Gabriel Vizcarra (Argentina), dijadwalkan masuk mess pada 17 atau 18 Agustus. Sedangkan striker asal Liberia, Edward Wilson Junior, akan menyusul pada 25 Agustus.
Nil berharap, dengan bergabungnya empat pemain asing itu nanti, maka program latihan akan bisa berjalan sesuai rencana. "Selama bulan Ramadhan ini kita memang hanya latihan ringan saja, dengan durasi tak terlalu panjang. Nanti setelah lebaran kita mulai intensifkan, dan selanjutnya menyusun program uji coba," kata Nil.
Seperti tahun sebelumnya, Nil kemungkinan akan tetap membuat program uji coba dengan melakukan roadshow ke sejumlah kota dan kabupaten di Sumbar, dan melakukan uji coba dengan tim-tim lokal setempat. "Kita tak hanya melihat sisi uji cobanya, tapi sekaligus lebih mendekatkan diri dengan publik. Karena prinsipnya, Semen Padang itu bukan hanya tim milik warga kota Padang, tapi milik masyarakat Sumbar," papar pelatih seangkatan Aji Santoso dan Widodo C Putro itu.
Sedangkan uji coba dengan tim-tim luar Sumbar, khususnya dengan tim-tim selevel yang berlaga di Superliga lalu, Nil belum bisa memastikan. "Sama seperti kita, umumnya tim-tim lain masih sibuk mempersiapkan diri dan mengisi skuad mereka. Mungkin nanti akan banyak komunikasi antar klub untuk sepakat menggelar uji coba," ujar pelatih berusia 41 tahun itu. (gk-33)
Hal itu diutarakan direktur utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) H. Erizal Anwar, Minggu (14/8). "Kita memang pada Jumat (12/8) lalu telah melakukan pertemuan dengan klub-klub asal Sumatra di Medan, sesuai jadwal yang ditetapkan PSSI Pusat. Kita telah merumuskan sekaligus mengusulkan kepada PSSI tentang kewajiban klub membayar deposit Rp5 miliar kalau bisa jangan diterapkan musim ini, tapi musim depan," terang Erizal Anwar.
Menurutnya, tahun ini klub-klub dilarang mempergunakan dana APBD. Artinya klub-klub dipastikan akan sangat berat mencari dana untuk kompetisi. Kemudian ditambahkan pula wajib membayar deposit Rp5 miliar jika ingin ikut di kompetisi kasta tertinggi.
Sementara itu, tentang kesiapan tim Semen Padang, Sabtu (13/8) petang pelatih Nil Maizar bersama trio asisten Delfi Adri, Zulkarnaen Zakaria dan Dino Sefrianto terus melakukan latihan. Bahkan Ellie Aiboy dkk telah "turun gunung" melakukan sesi latihan perdana pramusim di Stadion H. Agus Salim Padang. Sebelumnya latihan sejak tanggal 5 Agustus digelar di lapangan milik sendiri di komplek PT. Semen padang.
Pelatih Nil Maizar memberikan materi game selama 2 x 35 menit. "Game itu kita gelar setiap Sabtu di stadion ini, guna melihat hasil program latihan yang kita pola-kan selama sepekan. Latihan berjalan cukup bagus walau belum sempurna 100 persen, maklum pemain kan belum semua lengkap alias tiga asing belum bergabung," papar Nil Maizar.
Dari jadwal setiap akhir pekan sesi latihan akan dilaksanakan di Stadion H. Agus Salim Padang. "Program saya setiap Sabtu selama Ramadhan ini akan latihan di Agus Salim," tutur pelatih berusia 41 tahun itu. (gk-33)
Sikap menunggu ini juga disebabkan, karena tim asal Sumbar ini sudah lumayan tenang, karena tiga pemain incaran sudah berhasil dikantongi, yaitu Ferdinand Sinaga (striker) Abdul Rahman (Belakang) dan Mustafa Aji (tengah).
"Untuk sementara ini pemain kita sudah cukup memadai, apalagi kalau semua pemain sudah bergabung, termasuk pemain timnas dan pemain asing. Namun demikian, kalau nantinya ada perkembangan dimana kebutuhan akan pemain baru tak bisa dielakan, tentu kita akan turun lagi berburu pemain," kata pelatih Nil Maizar, saat dihubungi GOAL.com Indonesia , Rabu petang.
Hal senada juga diungkapkan manejer tim, Asdian. Untuk saat ini memang baru tiga pemain lokal muka baru yang direkrut. Namun itu bukan berarti SP sudah 100 persen menutup pintu transfernya. "Kita masih melihat situasi sambil berjalan. Artinya kita tidak mau buru-buru, apalagi terlalu bernafsu membeli pemain, karena kita belum tahu kompetisi nanti akan seperti apa." katanya
Fauzan juga mengakui, dia mendapat kepastian nasibnya setelah menghubungi manajemen saat tim menggelar latihan perdana untuk menanyakan statusnya, yang ternyata memang tidak diperpanjang lagi kontraknya. Walau begitu, Fauzan bisa memahami kenapa Semen Padang tak mau lagi memakai jasanya. Musim lalu, Fauzan sama sekali tak dapat menit bermain di Semen Padang.
"Saat kini saya belum tahu klub mana yang akan menjadi tujuan saya. Tapi yang pasti tentu saya akan mencari klub di luar Sumbar," papar pemain kelahiran 6 Juni 1988, yang merupakan putra daerah Sumbar.
Selain Fauzan, pemain lain yang terpental adalah pemain asing asal Korea Selatan, Park Chul Hyung. Pertimbangannya, untuk memenuhi kuota empat pemain asing, maka manajemen SP memutuskan mencoret Park. Sedangkan David Ngan Pagbe, Edward Wilson Junior, Esteban Gabriel Vizcarra dan Yu Hyun Koo masih akan bekerja untuk Semen Padang.
"Soal pemain asing sudah final, empat pemain yang kita pertahankan. Tapi jika nanti ada perubahan kuata lagi, misalnya menjadi tiga pemain, kita juga siap melepas satu pemain asing lagi. Kita sudah berbicara dengan agen empat pemain itu, berbicara soal kemungkinan dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi." papar manajer muda itu.(gk-33)
Sebagai klub yang tergolong mapan dan mandiri, bahkan termasuk salah satu klub yang dinilai PSSI sebagai tim paling profesional, Semen Padang tidak merasa perlu melakukan merger dengan klub-klub lain. Karena salah satu alasan melakukan penggabungan itu adalah karena faktor finansial. Sementara Semen Padang tak ada masalah untuk hal ini.
Erizal juga menambahkan, sebelum ini pihak manajemen Minangkabau FC juga tidak pernah mengontak manajemen Semen Padang, untuk membicarakan kemungkinan merger. "Tidak pernah. Soal merger itu tidak mungkin kita lakukan, mereka pasti memahami Semen Padang sudah punya sikap sendiri soal isu merger tersebut," kata Erizal.
"Tapi kalau merger dengan klub lain di luar Sumbar, hal itu masih mungkin, misalnya dengan Persik Kediri. Kita memang tengah menjajaki salah atau beberapa klub di luar Sumbar," lanjut Lamdelif.
Dari pembicaraan Lamdelif itu, sepertinya tersirat ada rencana MFC bakal dimergerkan dengan salah satu klub yang da di Pulau Jawa, agar bisa tetap bermain di liga kasta tertinggi. Namun Lamdelif belum mau membuka kartu hal tersebut. "Pokoknya ada, tapi tunggu dulu-lah kita tengah menjajaki. Tapi yang jelas manajemen MFC tetap akan dibawa kalau pun terjadi merger," ucapnya. (gk-33)
Sebelumnya Bustomi berjanji akan mendiskusikan dulu dengan keluarganya menanggapi pinangan Semen Padang terhadap dirinya. Ternyata hasil diskusi Bustomi dengan keluarganya, dia dengan halus menolak bermain untuk Semen Padang musim 2011/12.Faktor keluarga, itulah alasan jangkar lapangan tengah tim Merah Putih itu memutuskan untuk tidak memakai kostum "Kabau Sirah" di kompetisi mendatang. "Hari ini pelatih memberi laporan, Bustomi sudah memberikan jawaban langsung soal tawaran kita. Pemain bersangkutan mengaku untuk saat ini belum bersedia bergabung ke Semen Padang," kata direktur utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Erizal Anwar, saat dihubungiGOAL.com Indonesia, Kamis (11/8) petang WIB.
Menurut Erizal, seperti disampaikan Bustomi kepada pelatih Nil Maizar yang memang ditugaskan khusus melobi Bustomi, faktor keluarga menjadi argumen utama pilar timnas itu menepis tawaran Semen Padang.
Ketertarikan Semen Padang pada pemain kelahiran Jombang 13 Juli 1985 itu, karena Semen Padang ingin menghadirkan seorang pemain bintang untuk dijadikan ikon tim. Dengan adanya pemain level bintang timnas dalam tim, diharapkan bisa lebih membuat publik semakin antusias mendatangi setiap pertandingan kandang Semen Padang.
Dengan tertutupnya pintu memboyong Bustomi ke Padang, untuk sementara Semen Padang memutuskan berhenti berburu pemain sembari menunggu perkembangan format kompetisi yang tengah digodok PSSI."Yang jelas tiga pemain yang diminta pelatih sudah kita kabulkan. Saya kira itu sudah bisa membuktikan komitmen manajemen untuk mendukung setiap upaya pelatih membentuk tim seperti yang diinginkan," kata Erizal Anwar.
Tapi diakui Erizal, tidak tertutup kemungkinan, jika pelatih minta satu pemain alternatif pengganti Bustomi yang dibutuhkan, tentunya manajemen selalu siap mencarikan. Apalagi beberapa nama sudah ada dalam "file" manajemen. "Kita tinggal mengintensifkan pendekatan saja,"katanya, saat disinggung satu nama alternatif, yakni Egi Melgiansyah, kapten tim Pelita Jaya yang saat ini tengah bergabung dengan timnas Indonesia. (gk-33)
Untuk nama terakhir, pada Kamis (4/8),ia sudah terlihat bergabung di mess tim Komplek PT Semen Padang sekitar pukul 17.00 WIB. Mustafa Aji adalah mantan Pelita Jaya dan juga pernah berkostum Sriwijaya FC.
"Kita sudah mengikat tiga pemain lokal baru. Pada taggal 31 Juli lalu kami telah menandatangani kesepakatan di Jakarta dengan Abdulrahman dan Mustafa Aji. Mustafa Aji sudah datang, sementara Abdul Rahman masih mengikuti Pelatnas Timnas U-23," papar manajer tim Asdian yang dihubungi GOAL.com Indonesia, Kamis (4/8) sore WIB.
Pelatih Nil Maizar juga menyambut baik kedatangan Mustafa Aji, pemain yang bisa dimainkan sebagai gelandang atau pemain sayap. "Mudah-mudahan Mustafa bisa memberi kontribusi positif pada tim, karena dia pemain yang komplit. Dia mampu bermain di beberapa posisi sama bagusnya," ujar Nil Maizar.
Sementara buruan utama Semen Padang, yaitu dua pemain timnas, Ahmad Bustomi dan Hariono, masih belum membuahkan hasil. Sepertinya upaya manajemen SP mendapatkan kedua pemain papan atas itu agak berat, karena harus bersaing dengan tim-tim elit Superliga lainnya. "Kita memang menginginkan salah satu dari keduanya, untuk mengatasi kelemahan lini tengah. Tapi nampkanya kita masih harus menunggu upaya manajemen," kata Nil.
Sekaitan dengan regulasi pemain asing di Superliga musim mendatang, Semen Padang memastikan tiga legiun asing yang menghantarkan Semen Padang finis keempat musim pertamanya di Superliga, yaitu David Ngan Pagbe, Esteban Javier Vizcarra, dan Edward Junior Wilson akan dipertahankan. Mereka juga telah sepakat memperpanjang kontraknya dengan Semen Padang.
Menurut Asdian, dia memperoleh kabar, musim depan kuota pemain asing adalah empat pemain untuk tiap-tiap klub, dengan komposisi tiga pemain non Asia dan satu pemain Asia. Tapi dia belum berani memastikan apakah kebijakan itu sudah final.
Bila kebijakan itu benar adanya, maka Semen Padang terpaksa melepas salah satu pemain Asia miliknya. Kalau dilihat kebutuhan tim, sepertinya bek tengah Korea Selatan Park Chul Hyung yang bakal meninggalkan Semen Padang.
"Karena untuk lini belakang, kita sudah punya tenaga baru lokal yang bisa diandalkan, yaitu Abdulrahman. Sedangkan gelandang Yu Hyun ko kemungkinan besar bakal kita dipertahankan. Tapi sebaiknya kita tunggu saja dulu aturan yang pasti dari PSSI tentang pemain asing ini,"jelas Asdian. (gk-33)


